***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

bisnis tanpa modal

Posted by dzuzant pada April 4, 2014

Numpang broadcast yah, Buat Yg suka online, bisa buat income hingga Rp3,000,000 ato lbih shari tnpa modal drpd kita berfb, berwechat, whatsapp, bbman tp gak menghasilkan..Saya mau brbagi 1 progrm dari US yg bisa buat duit sampingan. Free register tnpa dikenakan biaya. Tiada modus penipuan (kalau Anda rasa program ini bohong…Anda gak rugi apa2 juga, Anda gak keluar modal pun kan?) Syarat: Anda ada fb/wechat/whatsapp dan suka online.Anda hanya perlu open link di bwh dan register sebagai member. Sesudah register Anda langsung dpt 25usd x 10,000 = Rp250,000..kemudian Anda akan dapat link Anda sendiri spt saya di bwh. Apa lagi Anda copy link Anda sendiri dan paste di fb, twitter, chat dan sbgnya. Setiap org yg buka link Anda dan Register, Anda akan menerima upah sebyk 10usd x 10,000 = Rp100,000 , mudahkan? Perusahaan ini membayar kita sbg pengiklan untuk meningkatkan trafic situs webnya setiap hari. Pencairan duit Anda bisa pilih, duitnya mau ditransfer ke rekening bank atau cek akan dipos langsung ke alamat rumah Anda. Tunggu apa lagi register skrg link di bawah dan mulai berbagi. Selamat mencoba dan menikmati duit gratis dari pengiklanan trafic. Belum coba belum tau kan? ( ga da ruginya) cuma daftar terus brodcast di: http://pay4shares.com/?share=9274 kalau ada yg ragu dan minta bukti, sy akan print screen hasil hasil yang barusan saya dapat. Selamat berburu dollar sambil chat, facebookan dan browsingan di internet. Dibroadcast juga boleh..

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

SENYUM DAN SIKAP INDIVIDUALISTIK

Posted by dzuzant pada Desember 11, 2011

Suatu hari saya membaca buku yang berjudul Berpikir dan Bertindak karangan Doug Hooper. Di dalamnya terdapat salah satu sub bab yang membahas perubahan hidup karena sebuah senyuman. Dalam buku tersebut, Hooper menceritakan kunjungannya ke LP Folsom, California, di sana dia bertemu dengan seorang napi bernama Alex (nama samaran) berusia kira-kira 50 tahun. Dia memiliki kepribadian yang sangat negatif dan tidak memiliki banyak teman. Singkat cerita, ketika Hooper berceramah di depan orang banyak (termasuk Alex), semua orang di ruangan itu tertawa mendengar ceramah Hooper yang lucu. Itulah pertama kali dia (Hooper) melihat Alex tertawa. Tampak kebahagiaan bersinar dari wajahnya.

Keesokan harinya ketika Hooper berceramah, Alex datang bersama temannya seraya tersenyum. Kini ia tampak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Bayang-bayang kelam di wajahnya mulai memudar. Itulah kisah singkat yang dialami Doug Hooper tentang arti sebuah senyuman bagi kehidupan. Betapa penting dan perlu senyuman itu bagi seseorang. Tak dapat dibayangkan bila semua orang dibelahan dunia tidak pernah tersenyum sepanjang hidupnya, seperti Alex kah atau malah lebih buruk dari itu?

Senyum. Sebuah kata yang ringan diucapkan, mudah diingat, dan familiar di telinga. Yang pasti, senyum itu murah nyaris tanpa modal. Kita tak perlu membayar hanya untuk tersenyum kepada seseorang (meskipun ada orang tersenyum karena dibayar). Biasanya orang refleks tersenyum ketika melihat sesuatu yang menarik dan menyenangkan bagi dirinya. Dan kita pun sangat ikhlas memberikan senyuman kepada apa yang kita sukai.

Berbeda jika kita sangat terpaksa melakukan senyuman atau bahkan tidak tersenyum sama sekali. Tidak menarik untuk dilihat malah menambah kuantitas penyakit bagi orang lain. Sikap individualis akan semakin meningkat. Barangkali inilah salah satu faktor meningkatnya sikap individualistik dan punahnya budaya gotong royong di perkotaan. Dengan tetangganya nyaris mereka tidak mengenalnya. Apalagi sekedar berbincang-bincang dengan mereka. Mereka hampir tidak memiliki kesempatan untuk tersenyum kepada tetangganya. Kalau tersenyum pada tetangganya akan menimbulkan fitnah. Karena lelaki itu tersenyum kepada istri tetangganya.

Apabila hal ini terus menerus terjadi, lambat laun kehidupan di perkotaan akan menjadi kota neraka yang mengerikan. Dimana semua penduduknya tampak seperti saling bermusuhan padahal tidak demikian.

Sebagai akhir dari tulisan ini, penulis kemukakan pengalaman yang tak jauh berbeda dengan pengalaman Alex. Beberapa minggu terakhir saya mengalami strees yang sangat kuat. Teman-teman mulai menjauh dari saya –walaupun mereka menjauh bukan karena takut atau benci kepada saya tapi (mungkin) karena merasa aneh dengan sikap saya. Karena setiap kali bertemu mereka saya mudah marah dan sensitif. Padahal sebelumnya tidak seperti itu.

Setelah dipikir-pikir “capek”  juga hidup seperti itu. Terasa hampa. Setelah saya sadari ternyata dalam beberapa minggu itu saya tidak pernah tersenyum kepada orang lain. Terlepas beberapa faktor yang mempengaruhi saya. Mulai sekarang saya akan berusaha untuk tersenyum kembali. Budayakan senyum bila ingin melihat manusia subur. Hindari sikap individualis dengan selalu tersenyum. Smile.

Posted in Kajian Umum | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Tentang Diri

Posted by dzuzant pada November 16, 2011


Saat ini, aku tidak tahu siapa diriku? Baca entri selengkapnya »

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Dialog Tubuh

Posted by dzuzant pada November 16, 2011


Hati            : Hai mata! Kenapa kau senang melihat sesuatu yang membuatku keruh?

Mata           : Aku hanya menikmati nikmat Tuhan. Aku hanya melihat apa yang ada di hadapanku. Selebihnya pikiran yang suka berandai-andai. Sok puitis.

Pikiran       : Jangan salahkan aku donk. Bukankah sudah takdirku berimajinasi? Salahin juga si kaki tu.

Kaki            : Enak aja nyalahin aku. Aku bergerak berdasarkan perintah hati.

Hati            : Iya juga sih. Mereka bergerak kan atas perintahku. Jadi siapa yang salah donk?

Mata, pikiran, kaki : kamuuuuuuuu.

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Hanya “ada” Aku

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Hal terberat dalam hidupku adalah menghadapi diriku sendiri. Terkadang diri ini susah dimengerti. Disuatu waktu ia menjadi teman yang baik dan menyenangkan. Dan di waktu lain, ia menjadi “binatang buas” yang menakutkan. Menjadi “perampas” yang merampas semua kebahagiaan.

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Antara Guru dan Murid

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Murid  : Aku tidak percaya dengan isra’ mi’raj Nabi yang ditempuh hanya semalam.

Guru   : Kenapa kamu tidak mempercayainya?

Murid  : Karena mustahil manusia bergerak melebihi kecepatan cahaya.

Guru   : Ambillah sepotong roti dan letakkan di atas meja. (beberapa menit kemudian datanglah seekor semut yang mendekati dan menaiki roti tersebut dan memakannya).

Murid  : (bingung).

Guru   : Ambillah sepotong roti itu dan bawalah (tanpa harus membuang semut itu) ke suatu tempat yang sangat jauh yang sekiranya tidak mungkin ditempuh dalam sehari oleh semut itu dengan berjalan kaki.

Murid  : (membawa sepotong roti dan semut ke suatu tempat yang membutuhkan waktu sehari bagi manusia dengan berjalan kaki).

Guru   : Mungkin gak semut menempuh perjalanan ini dalam sehari.

Murid  : Sangat tidak mungkin. Manusia saja yang jalannya cepat hanya bisa menempuh perjalanan ini dalam sehari. Apalagi semut yang sangat lamban.

Guru   : Tapi, kenyataannya, semut itu sudah nyampek kan, bersamaan dengan kamu. Semut itu sudah membuktikan bahwa ia bisa menempuh secepat kamu.

Murid  : Itu kan saya yang membawanya, pak?

Guru   : Apa bedanya dengan peristiwa isra’ mi’raj.

Murid  : Maksud bapak?

Guru   : Dalam peristiwa isra’ mi’raj, Nabi Muhammad Saw., adalah malaikat Jibril. Kecepatan malaikat Jibril melebihi kecepatan cahaya. Jadi, karena malaikat Jibril yang membawa beliau, beliau pun dapat menempuh jarak yang tidak mampu ditempuh dengan cara biasa.

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Dunia Tanpa Bayangan?

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Sebuah pepatah Tiongkok Kuno menyatakan:

Berikanlah dirimu sebuah momen kedamaian,

dan engkau akan mengerti,

betapa bodohnya terburu-buru itu.

 

Belajarlah untuk hening,

dan engkau akan mengetahui,

dirimu telah terlalu banyak bicara.

 

Jadilah bajik,

dan engkau akan menyadari,

dirimu telah terlalu keras menghakimi orang lain.

Bayangan berlindung dibalik wujud sejati. Bayangan tak dapat dimusnahkan kecuali dengan cahaya sejati. Baca entri selengkapnya »

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

“SEMANGAT MUDA” MENYAMBUT RAMADHAN

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Sebentar lagi bulan suci yang dinanti-nanti umat Islam akan segera tiba, yaitu bulan Ramadhan, bulan diturunkannya kitab Al-Qur’an dan diwajibkannya bagi umat Islam untuk melakukan puasa, suatu ibadah yang sudah ada sejak zaman para nabi (walaupun di setiap nabi memiliki cara berbeda pelaksanaannya). Bagi umat Islam, bulan ini (puasa) merupakan bulan yang sangat sakral. Bahkan, menyambut kehadirannya dengan perasaan gembira akan menahan kobaran api neraka menyentuh kulit kita. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Pendidikan Keluarga (Family Education): Perspektif Anak

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

بســــــــــــــــــــم الله الرّحمن الرّحـــــــــــــــــــــيم

Dalam menjalani bahtera keluarga tidak cukup sampai disini (pernikahan). Dalam sebuah keluarga dibutuhkan keharmonisan suami terhadap istrinya atau istri kepada suaminya. Karena dari keharmonisan keduanya akan memancarkan energi positif bagi keluarga dan anak-anaknya. Sehingga keluarga itu awet dan tahan lama. Dalam keluarga ada seorang pemimpin/ kepala keluarga yakni suami yang harus ditaati oleh istri. Sedangka istri adalah kepala rumah tangga yang mesti dihormati oleh suami. Allah berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka….” [QS.An-Nisậ’: 39]. Baca entri selengkapnya »

Posted in Pendidikan | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

SURTINI

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

 

“Tidak seharusnya kau lakukan itu, Surtini!” Kata seorang ibu kepada anak semata wayangnya.

“Kenapa tidak, bu.” Kilah Surtini. “Aku sudah dewasa, Surtini tau mana yang terbaik untuk Surtini,” Surtini memalingkan wajahnya dari sang ibu. “Lebih baik ibu ga usah ikut campur urusanku…”.

Sang ibu tak dapat berkata-kata lagi, semua alasan dibantah dengan mudah oleh Surtini. Anak sekarang benar-benar berbeda dengan anak-anak zaman dulu. Anak-anak sekarang lebih pintar, cerdas hingga akal sehatnya tak sempat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tepatnya, anak sekarang cerdas memanipulasi kebenaran. Sang ibu teringat masa kecilnya, dimana anak-anak patuh dan tak banyak menuntut kepada orang tuanya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Cerpen | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »