***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

MENGOPTIMALKAN POTENSI PIKIRAN

Posted by dzuzant pada Maret 6, 2010

Oleh Dedy Susanto

Dunia anda merupakan wujud luar dari
pikiran dan sikap anda

(Dough Hooper)

Manusia adalah makhluk Allah yang lebih sempurna, unik, rumit, bahkan paling tinggi derajatnya daripada makhluk-makhluk yang lain. “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (At-Tiin 95: 4). Salah satu yang menjadi pembeda manusia dengan makhluk lainnya adalah Insan al-Natiq, manusia yang berpikir. Sehingga dengan akal pikirannya, manusia mampu memikirkan sesuatu tentang hakikat dirinya dan rahasia-rahasia Allah yang lain. Potensi ini yang tidak dimiliki makhluk lainnya.
Dalam salah satu bukunya, Filsafat Manusia, Zainal Abidin –mengutip pernyataan Raymond E. Fancher– mengatakan bahwa satu-satunya makhluk hidup yang dipandang paling tinggi (derajatnya), yakni manusia, dianggap memiliki jiwa rasional. Sehingga dengan jiwa rasionalnya manusia mampu berpikir secara sadar.
Mengenai jiwa, Plato (477-347 SM) berpendapat bahwa jiwa itu adalah sesuatu yang immaterial, abstrak, dan sudah ada lebih dahulu di alam prasensoris. Kemudian ia bersarang di tiga tempat dalam tubuh manusia. Yaitu, di kepala (logition, pikiran), di dada (thumeticon, kehendak), dan di perut (abdomen, perasaan). Pendapat ini dikenal dengan istilah trikotomi.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa manusia akan memiliki sifat bijaksana, jika pikiran menguasai dirinya dan ksatria atau berani, jika kehendak menguasai dirinya serta kesederhanaan, jika perasaannya tunduk pada akalnya.
Selain itu, manusia juga memiliki kelebihan yang luar biasa (extra ordinary) yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain, yaitu kekuatan pikiran bawah sadar. Banyak orang tidak menyadari akan kekuatan pikiranya.
Orang yang mengetahui cara menggunakan potensi pikiran bawah sadarnya akan lebih mudah mencapai kesuksesannya. Seperti yang dikatakan Abu Zaid, “Saat mereka menginginkan sesuatu dan meyakininya akan berhasil, secara ajaib mereka seperti ditunjukkan jalan menuju sukses. Dalam hadis Qudsi disebutkan, “Aku (Allah) seperti yang diprasangkakan hamba-Ku.” Kalau manusia berpikir tidak mampu melakukan sesuatu, maka ia tidak akan mampu melakukannya. Karena sugesti yang diterimanya negatif. Sugesti itu turut menentukan keberhasilan dirinya (dengan izin Allah).
Seorang Bhiksu, dengan kekuatan pikirannya (imajinasi), mampu mengeringkan kain basah yang meliliti tubuhnya dalam beberapa menit hanya dengan membayangkan tubuhnya panas. Atas saran Dough Hooper, Seorang Napi (nara pidana) yang tidak mendapatkan kasih sayang istrinya, mencoba memusatkan pikirannya, selama dua minggu, dengan perasaan cinta kepada istrinya. Beberapa hari kemudian Napi tersebut mendapat kiriman surat ungkapan kasih dan sayang dari istrinya.
Mengetahui Rahasia Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

Para Psikolog tidak begitu setuju kalau penemuan terbesar sepanjang sejarah adalah energi atom, energi termonuklir, dan bom neutron atau hydrogen. Mereka merasa penemuan terbesar sepanjang zaman adalah ditemukannya rahasia kekuatan bawah sadar. Alasannya, para ilmuan berhasil dalam bidangnya karena mampu memanfaatkan kekuatan bawah sadarnya secara efektif.
Menurut Abu Zaid, aktivitas dalam diri manusia dikendalikan oleh pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar ini sering disebut sebagai Inteligensi Tanpa Batas (ITB).
Peran ITB adalah membantu mewujudkan semua keinginan kita. Modal utama untuk mewujudkan impian kita terletak pada diri kita sendiri, yaitu ITB yang kita miliki, karunia Allah yang sangat dahsyat, lebih hebat dan kuat dari kekuatan akal pikiran yang masih serba terbatas. Menggunakan kekuatan ini seperti halnya meminjam kekuatan Allah. Dan kita wajib membuktikannya.
Sepersekian detik sebelum debu masuk ke mata kita, bulu mata kita bergerak cepat atas perintah ITB. Saat bahaya beberapa saat lagi akan menerkam kita, ITB mengirim sinyal berupa firasat buruk. Mereka yang sering melatih diri dalam gerakan-gerakan bela diri, biasanya memiliki naluri semacam ini. Dan kesemuanya dikendalikan oleh ITB bukan akal pikiran.
Cara kerja ITB menurut Abu Zaid dalam bukunya, Memanfaatkan Inteligensi Tanpa Batas, antara lain:

1.    ITB Perlu Waktu Saat Merespon Keinginan Kita
ITB akan merespon apa yang ada dalam pikiran atau perasaan kita. Walaupun hasilnya bisa saja tidak secepat yang kita kira, tergantung dari faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Dengan kata lain, butuh waktu untuk memproses setiap keinginan kita yang diajukan kepada ITB.
Kalau untuk menghilangkan rasa lapar prosesnya lebih mudah ketimbang ingin menjadi orang yang sukses. Untuk menjadi orang yang sukses terutama dalam pendidikan butuh belajar, butuh buku atau bahkan butuh bimbingan.

2.    ITB Bekerja Berdasarkan Keyakinan
Jika pikiran bekerja berdasarkan logika, logika bekerja berdasarkan apa yang dilihat, dirasa oleh panca indera, ITB bekerja berdasarkan keyakinan, keyakinan sendiri bekerja berdasarkan apa yang kita bayangkan. Semakin kuat daya imajinasi kita semakin cepat terwujud keinginan kita. Demikian Abu Zaid menuturkan.

3.    ITB Bekerja Sesuai Permintaan Kita
ITB akan bekerja sesuai dengan apa yang kita minta. Kalau kita minta sembuh dari penyakit, insyaallah, akan sembuh. Seperti yang dialami Abu Zaid, Dalam perjalanan dari Jogja ke kebumen, di saat beliau sakit kepala, beliau minta kira-kira seperti ini: Saya yakin ITB akan membereskan sakit kepala ini, oleh sebab itu sebelum memasuki rumah, saya yakin sakit kepala ini akan menjadi sembuh. Beliau mengulanginya 10-20 kali. Ajaib, pas di rumahnya sakit kepala itu menjadi hilang, alias sembuh.

4.    ITB Tidak Bisa Membedakan Mimpi Dari Kenyataan
Bagi ITB, mimpi dan realita itu sama. Itu sebabnya saat manusia bermimpi dalam tidurnya, seolah-olah sesuatu yang benar-benar terjadi di alam nyata. Saat tidur semua aktivitas internal tubuh dikendalikan oleh ITB.

5.    ITB Tidak Mampu Merespon Dua Hal Yang Bertentangan
Permintaan itu tidak akan direspon oleh ITB jika permintaan yang kita ajukan bertentangan dengan keyakinan dan perasaan kita.

6.    ITB Lebih Cepat Merespon Permintaan Yang Berulang-Ulang
Pada hakekatnya, permintaan yang diulang-ulang bertujuan untuk memperbesar keyaninan kita. Seperti kalau kita berdo’a kepada Allah. Jika diulang-ulang akan cepat terkabul do’a kita. Dalam perspektif Islam sebuah do’a itu dapat merubah taqdir.
Itu semua merupaan kerja ITB yang tak pernah kita sadari selama ini. Atau bahkan kita pura-pura tidak mau tahu tentang hal itu. Di sini, perlu di garis bawahi, bukan berarti kita menuhankan pikiran, akan tetapi mensyukuri segala nikmat yang diberikan  Allah kepada kita termasuk kekuatan ITB (Inteligensi Tanpa Batas) atau pikiran bawah sadar. Menggunakan dengan baik semua pemberian Allah, berarti mensyukuri-Nya. Kalau kita memberikan sepotong roti kepada orang yang kita cintai, lantas orang tersebut tidak mau memakannya, bagaimana perasaan kita ? Demikian juga dengan pemberian Allah, manusia dikaruniai pikiran untuk berpikir. Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berhubungan dengan perintah berpikir.

2 Tanggapan to “MENGOPTIMALKAN POTENSI PIKIRAN”

  1. Yanto said

    sip…..deh tulisan bagus ded, bisa dijadikan referensi oleh siapapun yang membaca. secara redaksional tulisan kamu bagus juga so mudah dipahami. e…………pake nilai-nilai segala lagi dewan juri aja he……..he………
    terus terang aku kagum pada tulisan u dan isyaallah akan dijadikan motivasi bagi aku pribadi untuk selalu berkarya, berkarya dan berkarya. mari kita kembangkan dunia tulis menulis aku yakin ded kita bisa mengejar impian dan cita-cita selama mau berusaha dan berdo’a.

  2. Ass…. salam ta’aruf ya.

    Sebuah tulisan bagus yg memberi inspirasi & sugesti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: