***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

Spirit Imam Nawawi

Posted by dzuzant pada Mei 5, 2010

Ol3h D3dy Susanto

Imam Nawawi adalah pengarang kitab ‘Riyad as-Shalihin’ meninggal di usia 40 dan belum sempat menikah. Karena sibuk dengan ilmu pengetahuan. Semangat jiwa dan raganya dikerahkan untuk beribadah dan menorehkan tintanya diatas lembaran-lembaran kertas. Kata demi kata, kalimat per kalimat ia racik menjadi sebuah karya. Begitulah beliau menghabiskan waktunya sampai akhir hayatnya. Sehingga dalam waktu singkat beliau telah menuntaskan 500 buah buku.
Di malam yang gelap gulita, hanya ditemani lampu kecil, Imam Nawawi khusyuk menulis hingga beliau terjatuh berkali-kali karena rasa kantuk yang tak tertahan. Beliau hampir tidak memiliki waktu itu.
“Sungguh aku tidak makan dan tidur kecuali terjatuh,” ujarnya.
Sehingga ibunya berkata kepadanya, “Anakku, aku telah menyiapkan makanan untukmu.”
“Ibu, saya sedang sibuk dengan ilmu,”
Ibunya, yang tanpa disadari Nawawi, kemudian menyuapinya. Ia baru menyelesaikan tulisannya setelah adzan subuh.
“Ibu, mana makanan yang tadi engkau sediakan?” tanyanya.
“Aku telah menyuapimu, anakku,” jawab ibunya dengan penuh kasih sayang.
“Sungguh saking sibuknya aku lupa,” ujar Nawawi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: