***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

Archive for Mei 27th, 2010

JALALUDDIN RUMI DAN SEEKOR SAPI

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Syamsuddin Ahmad Al-Aflaki berkisah tentang cerita unik sang Sufi besar, Jalaluddin Rumi penulis kitab Matsnawi.

Suatu ketika, seorang tukang jagal membeli seekor sapi di pasar. Kemudian dia membawanya ke tempat penyembelihan. Melihat gelagat tak enak, seekor sapi tersebut berontak hingga terlepas dari pegangan tukang jagal itu. Tukang jagal, dengan dibantu orang-orang yang ada di sana segera mengejar seekor sapi sambil berteriak memanggil-manggilnya.

Sapi tersebut sangat marah. Sehingga ia lari sekencang-kencangnya. Tak tahu tujuannya ke mana yang penting selamat dari kejaran manusia-manusia itu. Sesampainya di persimpangan jalan, seekor sapi tersebut menghentikan langkahnya. Semua orang yang mengejarnya terheran-heran. Di antara mereka ada yang nyeletuk, “Kenapa sapinya berhenti. Ada apa gerangan?” yang lain menanggapinya, “Kesambet kali atau sakit kepala?!!!”.

Sebelum kebingungan mereka terjawab, mereka terus mengamati langkah seekor sapi tersebut. Ternyata, seekor sapi itu menghampiri seorang tua yang berpakaian rapi dan bersembunyi di balik orang tua itu. Makhluk beda jenis ini pun kemudian berkomuniasi dari hati ke hati. Seakan akan hewan ini minta perlindungan dari orang tua tersebut. Orang tua itu pun tampak paham akan apa yang diinginkan binatang tersebut, dia menepuk pelan serta mengusap-usap tengkuknya.

Semua yang menyaksikan adegan itu bertambah bingung, heran dan menakjubkan. Tukang jagal dan semua orang yang ikut mengejarnya mendekati seorang tua yang sedang bersama  seekor sapinya itu. Setelah dekat mereka baru menyadari bahwa seorang tua yang berpakaian rapi itu adalah Jalaluddin Rumi.

Di hadapan orang-orang, Jalaluddin Rumi berkata, “Jika seekor binatang yang digiring ke tempat penjagalan, melepaskan diri lalu berlindung kepadaku, sehingga Allah Swt., berkenan memanjangkan umurnya. Maka, apalagi dengan manusia yang berlindung kepada Allah dengan sepenuh hati, yang dengan ketulusan dan kesungguhan mencari keridhaan-Nya. Tentu saja, Allah Swt. akan melindungi orang itu, menyelamatkannya dari ganasnya api neraka, serta memasukkannya ke dalam surga untuk tinggal di sana selamanya.”

Selaras dengan adegan di atas, Allah sudah menegaskan melalui kitab Suci-Nya, Al-Qur’an:

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raaf,7:200)

Sekarang timbul pertanyaan. Bagaimana caranya? Harits Al-Asyari menuturkan hadis Nabi, beliau bersabda:”Aku perintahkan kepada kalian agar selalu berdzikir kepada Allah. Sesungguhnya, perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti seorang yang dicari-cari musuhnya. Mereka menyebar mencari orang tersebut sehingga dia sampai pada suatu benteng yang sangat kokoh dan dia dapat melindungi dirinya di dalam benteng tersebut dari kejaran musuh. Begitu juga setan, seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan berdzikir kepada Allah Swt.”

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

BURUNG PENYELAMAT UMAR

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjalan-jalan di sekitar Madinah mengamati kondisi masyarakatnya. Di tengah jalan Umar melihat seorang anak kecil yang sedang asyik memainkan seekor burung pipit. Melihat burung pipit yang semakin melemah dan nafasnya tersengal-sengah, timbullah rasa kasihan Umar terhadap burung tersebut. Dia pun menghampiri anak kecil itu lalu membujuknya agar burung pipit yang ada di tangannya rela dijual kepadanya. Anak kecil itu pun setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu terbang ke angkasa. Burung itu mengepakkan kedua sayapnya kemudian terbang dan memutar-mutar di atas udara sebagai tanda terima kasih kepada Umar.

Setelah khalifah Umar wafat, salah seorang sahabat bermimpi berjumpa dengan beliau. Dia bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukan anda?”

“Allah mengampuni dan memuliakan aku.” Jawab Umar.

“Karena apa? Apakah karena kedermawananmu, kemuliaanmu, ataukah karena kezuhudanmu?”

“Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah ada suara entah dari mana asalnya, “Wahai malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian Tanya atau takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayanginya’,” cerita Umar dalam mimpi sahabat itu.

Kasih sayang Umar yang tak seberapa yang diberikan kepada burung pipit dibalas oleh Allah dengan kasih sayang-Nya seluas melebihi luasnya samudera dunia. Siapa saja yang mencurahkan kasih sayngnya terhadap makhluk (ciptaan) Allah, maka seluruh penghuni langit dan penduduk dunia akan menyayanginya. Kasus serupa juga dialami oleh seorang pelacur yang mendapat ampunan Allah disebabkan memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. Sebaliknya, kisah seorang wanita ahli ibadah yang mendapatkan murka Allah karena membiarkan kucing peliharaannya mati kelaparan di dalam sangkar. Kasih sayang Allah itu tak terbatas. Sedangkan kasih sayang manusia sangat terbatas.

Rasulullah saw., pernah bersabda: “Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesame, kecuali Allah Swt. Menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku kasar terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.”

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

GARA-GARA SANDAL KIAI

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Suatu ketika di salah satu pesantren di Madura terjadi suatu kejadian yang menggemparkan masyarakat pesantren. Kejadian itu bermula, ketika waktu subuh tiba, para santri segera bangun sebagian ada yang langsung ngeluyur ke kamar mandi sebagiannya lagi enjoy di kamar ada juga yang melanjutkan mimpinya yang terputus karena diguyur air yang cipratkan pengurus ponpes (pondok pesantren) ke mukanya.

Tak seperti biasanya, pagi itu sang kiyai mengontrol para santri ke kamarnya masing-masing, sebelum naik ke pelataran masjid untuk mengimami shalat subuh berjemaah.

Para santri yang masih di dalam kamar kebingungan. Otaknya diputer-puter mencari akal supaya bisa selamat dari pantauan sang kiyai. Salah satu santri nyeletuk, “Waduh gimana nih, pak kiyai gak bilang-bilang sih mau kesini, aku kan gak ada persiapan?”

“Emangnya kita mau tempur, pake ada persiapan segala?” jawab santri yang ada di sebelahnya.

“ha..ha..ha.” keduanya tertawa terbahak-bahak.

Sang kiyai sudah di depan pintu kamar santri. Satu persatu tiap kamar dimasuki oleh sang kiyai. Mengontrol santri yang masih asyik berkencan dengan sang putri salju dalam mimpinya. Sebagian santri berhasil lolos dari pantauan sang kiyai dan langsung kabur ke kamar mandi.

Tibalah pada giliran salah satu kamar yang terkenal penghuninya dengan kenakalannya di dalam dan di luar ponpes tersebut. Benar dugaan kiyai. Dua tubuh manusia malang melintang di dalam kamar tersebut. Air liurnya meleleh melewati celah-celah rambutnya kemudian menyerap ke dalam bantal.

Melihat mereka berdua sang kiyai langsung mengambil sorbannya dan memukulkannya ke tubuh mereka. Para santri tersebut terkejut setengah mati setelah melihat sang kiyai di depannya. Mereka segera mengambil baju koko dan pecinya kemudian langsung kabur ke luar menuju masjid.

Sang kiyai pun keluar kamar hendak menuju masjid. Tiba-tiba sang kiyai kebingungan seperti mencari-cari sesuatu. Para santri yang ada di masjid pun kebingungan. Ada apa  gerangan? Pusingkah? Atau apa? Salah satu santri memberanikan diri menghampiri beliau dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Ternyata sandal sang kiyai hilang. Semua santri mencarinya di sekitar masjid. Mereka pun mendapatkan sandal sang kiyai. sang kiyai marah dan langsung putar haluan menuju dalem (tempat tinggal sang kiyai). Setelah dilacak, ternyata sandal sang kiyai dipakai oleh dua santri yang dibangunkan sang kiyai tadi tanpa sengaja.

Posted in Cerpen | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

RAHASIA KESUKSESAN UMAT TERDAHULU

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Konon, rahasia kesuksesan generasi terdahulu memimpin dunia terletak pada kepiawaian mereka dalam memanfaatkan waktu.

Suatu ketika Al-Muhasibi berkata, “ Demi Allah! Sekiranya waktu dapat diperjualbelikan, aku akan membelinya dengan seluruh harta yang kumiliki untuk membantu umat Islam.”

“Dari siapa engkau akan membelinya?” Tanya muridnya.

“Dari mereka yang memiliki banyak waktu kosong.” Jawabnya.

Lain lagi dengan cerita Ibnu Aqil yang menulis buku besar “al-Funun” dengan jumlah 800 jilid. Konon, Buku ini merupakan karya terbesar sepanjang zaman.

Suatu hari Ibnu Aqil berkata kepada murid-muridnya, “Meski telah berusia 80 tahun, aku masih memiliki semangat, kegigihan dan keinginan untuk memanfaatkan waktu seperti ketika masih berumur 20 tahun,”

“Aku tidak makan seperti kalian makan,”

“Lalu bagaimana engkau makan?”

“Aku menyiram kueku dengan air hingga mencair. Setelah itu aku menghabiskannya dengan cepat agar tidak memakan banyak waktuku.”

Lantas, bagaimana dengan kita?



Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »