***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

BURUNG PENYELAMAT UMAR

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjalan-jalan di sekitar Madinah mengamati kondisi masyarakatnya. Di tengah jalan Umar melihat seorang anak kecil yang sedang asyik memainkan seekor burung pipit. Melihat burung pipit yang semakin melemah dan nafasnya tersengal-sengah, timbullah rasa kasihan Umar terhadap burung tersebut. Dia pun menghampiri anak kecil itu lalu membujuknya agar burung pipit yang ada di tangannya rela dijual kepadanya. Anak kecil itu pun setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu terbang ke angkasa. Burung itu mengepakkan kedua sayapnya kemudian terbang dan memutar-mutar di atas udara sebagai tanda terima kasih kepada Umar.

Setelah khalifah Umar wafat, salah seorang sahabat bermimpi berjumpa dengan beliau. Dia bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukan anda?”

“Allah mengampuni dan memuliakan aku.” Jawab Umar.

“Karena apa? Apakah karena kedermawananmu, kemuliaanmu, ataukah karena kezuhudanmu?”

“Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah ada suara entah dari mana asalnya, “Wahai malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian Tanya atau takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayanginya’,” cerita Umar dalam mimpi sahabat itu.

Kasih sayang Umar yang tak seberapa yang diberikan kepada burung pipit dibalas oleh Allah dengan kasih sayang-Nya seluas melebihi luasnya samudera dunia. Siapa saja yang mencurahkan kasih sayngnya terhadap makhluk (ciptaan) Allah, maka seluruh penghuni langit dan penduduk dunia akan menyayanginya. Kasus serupa juga dialami oleh seorang pelacur yang mendapat ampunan Allah disebabkan memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. Sebaliknya, kisah seorang wanita ahli ibadah yang mendapatkan murka Allah karena membiarkan kucing peliharaannya mati kelaparan di dalam sangkar. Kasih sayang Allah itu tak terbatas. Sedangkan kasih sayang manusia sangat terbatas.

Rasulullah saw., pernah bersabda: “Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesame, kecuali Allah Swt. Menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku kasar terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: