***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

“SEMANGAT MUDA” MENYAMBUT RAMADHAN

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Sebentar lagi bulan suci yang dinanti-nanti umat Islam akan segera tiba, yaitu bulan Ramadhan, bulan diturunkannya kitab Al-Qur’an dan diwajibkannya bagi umat Islam untuk melakukan puasa, suatu ibadah yang sudah ada sejak zaman para nabi (walaupun di setiap nabi memiliki cara berbeda pelaksanaannya). Bagi umat Islam, bulan ini (puasa) merupakan bulan yang sangat sakral. Bahkan, menyambut kehadirannya dengan perasaan gembira akan menahan kobaran api neraka menyentuh kulit kita.

Menyambut Ramadhan dengan gembira adalah istilah lain dari menyambut puasa dengan “semangat muda”, artinya menyambut Ramadhan/puasa dengan persiapan yang matang baik lahir maupun batin dan -tentunya- dengan perasaan rindu terhadap Tuhannya. Dalam realitas kehidupan dewasa ini yang terjadi, “semangat muda” itu justru dimiliki oleh “orang-orang yang sudah udzur/tua renta”. Barangkali karena mereka sudah “memasuki” usia “waspada”, takut keburu dipanggil Yang Maha Kuasa. Sedangkan pemudanya justru kebalikannya memiliki “semangat aki-aki alias kakek-kakek”. Barangkali mereka berpikir perjalanannya masih panjang. Sehingga ada banyak waktu untuk bersenang-senang dan kemudian bertobat. Padahal persoalan umur tidak satupun manusia yang mengetahuinya. Bukankah sering kita saksikan dalam kehidupan luas, orang meninggal di usia muda, tua, atau kapan saja kematian itu pasti datang tidak memandang umur.

Lebih jauh “semangat muda” disini –tidak hanya dalam penyambutan- saja, tetapi ketika melakukan ibadah puasa pun penuh dengan “semangat muda” yang menggebu-gebu (tapi tidak lebay). Banyak anak muda saking semangatnya malah jadi terkesan lebay, berlebihan. Hingga akhirnya menjadi anak narsis.

Lantas bagaimana seharusnya pemuda menyambut Ramadhan atau puasa? Sebenarnya tidak terlalu sulit menjawab pertanyaan tersebut. Seperti kita pahami bahwa puasa merupakan suatu perintah Allah yang harus dikerjakan oleh setiap orang Islam baik laki-laki atapun perempuan. Ia merupakan rukun Islam yang ke empat. Jadi, mau tidak mau kita harus melakukannya. Tidak sekedar “menggugurkan” kewajiban tapi sebagai bentuk ketaatan dan kerinduan kita kepada Allah. Selain juga untuk menutupi lubang-lubang dosa yang kita perbuat dengan amalan-amalan baik (puasa) di bulan Ramadhan. Karena dalam bulan tersebut segala amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Bahkan bau mulut kita karena berpuasa lebih baik dari wewangian super wangi, sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. disebutkan:

Yang artinya: “Sebenarnya bau mulut mereka yang berpuasa lebih baik di sisi Allah dari bau kesturi”.

Demikian pula, “semangat muda” dalam bulan Ramadhan bisa diwujudkan dalam bentuk; banyak membaca Al-Qur’an dan maknanya. Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa kitab suci Al-Qur’an diturunkan pada awal bulan Ramadhan, karenannya sebagai tanda syukur kita kepada Yang menurunkan-Nya kita memperbanyak membaca kitab suci tersebut. Di samping itu pula seperti dilukiskan oleh Ibnu Abbas tentang kehidupan Nabi Saw pada bulan Ramadhan dimana beliau berkata, bahwa Rasulullah Saw adalah orang yang pemurah dan lebih-lebih lagi dalam bulan Ramadhan dimana beliau dijumpai oleh Malaikat Jibril untuk mendiskusikan Al-Qur’an tiap-tiap malam. Riwayat ini sepenuhnya dikeluarkan oleh Imam Bukhari.

Rajin shalat tarawih. Shalat ini termasuk shalat sunnat yang dianjurkan mengerjakannya yang dilakukan sehabis shalat Isya’. Dinamai tarawih karena mereka dahulunya menunaikan dengan istirahat tiap-tiap dua kali salam atau tiap-tiap 4 rakaat.

Pada zaman Nabi Saw shalat ini mereka kerjakan masing-masing menurut kemampuan waktunya, ada yang setelah shalat Isya’ langsung ada pula yang mengerjakannya pada tengah malam sesuai dengan namanya “shalat qiyamul lail”. Sebagian mereka kerjakan di masjid dan sebagian dikerjakan di rumahnya masing-masing.

Pada awalnya shalat tarawih tidak dilakukan secara berjamaah, tetapi suatu malam Ramadhan Nabi Saw keluar untuk menunaikannya di masjid maka ikutlah sebaian orang dengan beliau. Keesokan hari perbuatan Nabi Saw ini dibicarakan dari mulut ke mulut oleh penduduk kota Madinah. Pada hari berikutnya keluar lagi Rasulullah Saw mengerjakan shalat tarawih dan orang-orang yang sudah mendengar akhirnya bertambah banyak yang mengikuti beliau. Setelah itu cerita tentang shalat ini semakin menyebar luas dan pada kali ke-3 atau ke-4 menurut sebagian riwayat, masjid penuh sesak dipenuhi orang-orang yang menunggu shalat beliau, tetapi Rasulullah pun tidak keluar selain pada ketika shalat Subuh. Setelah selesai menunaikan shala Subuh beliau menghadapi jamaahnya seraya mengucap kalimat syahadat dan berceramah menerangkan dengan sabdanya:

Yang artinya: “Sebenarnya saya ketahui anda semua yang memenuhi masjid, tetapi khawatir saya kalau-kalau shalat ini diwajibkan atas kalian, lantas kalian tidak sanggup melakukannya?

I’tikaf di masjid. Perbuatan i’tikaf ini sebenarnya dianjurkan setiap waktu, tetapi dalam bulan Ramadhan lebih lagi dari bulan selainnya sesuai dengan pola yang telah diberikan oleh Nabi Saw.

Memperbanyak sedekah. Sebagai telah disebut oleh hadis Ibnu Abbas di atas tentang kemurahan hati Nabi Saw, terutama pada bulan Ramadhan. Seharusnya sunnah ini kita tiru dan amalkan.

Dan demikian pembahasan singkat sekilas puasa dan kehidupan pemuda dalam kaitannya dengan “semangat muda”. Semoga kita diberi rizki dan kelapangan di bulan Ramadhan,

Ya Allah, hanya untuk-Mu kuberpuasa, dengan rezeki-Mu ku membuka puasa, pada-Mu kuberikan dan kepada-Mu ku berserah-diri”.

dzuzant@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: