***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

Antara Guru dan Murid

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Murid  : Aku tidak percaya dengan isra’ mi’raj Nabi yang ditempuh hanya semalam.

Guru   : Kenapa kamu tidak mempercayainya?

Murid  : Karena mustahil manusia bergerak melebihi kecepatan cahaya.

Guru   : Ambillah sepotong roti dan letakkan di atas meja. (beberapa menit kemudian datanglah seekor semut yang mendekati dan menaiki roti tersebut dan memakannya).

Murid  : (bingung).

Guru   : Ambillah sepotong roti itu dan bawalah (tanpa harus membuang semut itu) ke suatu tempat yang sangat jauh yang sekiranya tidak mungkin ditempuh dalam sehari oleh semut itu dengan berjalan kaki.

Murid  : (membawa sepotong roti dan semut ke suatu tempat yang membutuhkan waktu sehari bagi manusia dengan berjalan kaki).

Guru   : Mungkin gak semut menempuh perjalanan ini dalam sehari.

Murid  : Sangat tidak mungkin. Manusia saja yang jalannya cepat hanya bisa menempuh perjalanan ini dalam sehari. Apalagi semut yang sangat lamban.

Guru   : Tapi, kenyataannya, semut itu sudah nyampek kan, bersamaan dengan kamu. Semut itu sudah membuktikan bahwa ia bisa menempuh secepat kamu.

Murid  : Itu kan saya yang membawanya, pak?

Guru   : Apa bedanya dengan peristiwa isra’ mi’raj.

Murid  : Maksud bapak?

Guru   : Dalam peristiwa isra’ mi’raj, Nabi Muhammad Saw., adalah malaikat Jibril. Kecepatan malaikat Jibril melebihi kecepatan cahaya. Jadi, karena malaikat Jibril yang membawa beliau, beliau pun dapat menempuh jarak yang tidak mampu ditempuh dengan cara biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: