***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

Archive for the ‘hikmah’ Category

KEAJAIBAN TIGA BURUNG

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Burung memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Dalam Al-Qur’an Allah mengabadikan beberapa kisah tentang peran burung dalam perjuangan lii’lahi kalimatillah (menjunjung tinggi kalimat Allah). Kalau kita membaca sejarah, terutama sejarah Nabi-nabi Allah SWT., maka kita akan menjumpai kisah kreatifitas burung Hud-hud pada zaman nabi Sulaiman as, sebagaimana telah diceritakan oleh Allah SWT., dalam Al-Qur’an. Suatu ketika burung Hud-hud mengadakan perjalanan tanpa sepengetahuan nabi Sulaiman as. selaku raja, pemimpin dan rasul. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

IBLIS DAN KITA

Posted by dzuzant pada Mei 28, 2010

+    Siapakah Iblis ?

–           Adalah mereka yang; Senang bila kita sedih. Sedih bila kita senang.    Suka menebar fitnah dan menabur benih-benih kebencian serta memecah belah perdamaian di antara manusia.

+          Jika demikian, kalau dalam diri kita terdapat sifat-sifat seperti itu, apakah kita salah satu dari mereka ?

–           Benar. Hanya saja kita tidak menyadarinya.

+          Iblis/setan adalah musuh kita. Bagaimana kita melawannya, sedangkan mereka kasat mata ?

–           Ada Iblis paling bahaya yang mesti kita lawan terlebih dahulu, yaitu Iblis yang bersemayam dalam hati kita. Sebelum melawan Iblis lain, lawanlah Iblismu. Sebab, bila kamu menang, tidak hanya Iblismu yang kalah, Iblis lain pun mudah kita robohkan.

+          Siapakah Iblis kita yang kau maksud ?

–           Nafsumu. Tidakkah kamu ingat, ketika Nabi berkata kepada para sahabatnya pasca perang Badar, perang terbesar dalam sejarah Islam, kita menuju perang yang lebih besar, yakni perang melawan hawa nafsu.

+          Bagaimana kita menyikapinya ?

–           Mukmin –orang-orang beriman- yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah. Kuat menahan serangan Iblis-iblis (iblis kita dan iblis lain). Kuat atas semua rayuan Iblis dan setan. Dan tiadalah kekuatan yang Maha dahsat selain kekuatan-Nya. Siapa pun yang meminta kepada-Nya, maka ia tidak akan merasa kecewa dan dikecewakan.

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

JALALUDDIN RUMI DAN SEEKOR SAPI

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Syamsuddin Ahmad Al-Aflaki berkisah tentang cerita unik sang Sufi besar, Jalaluddin Rumi penulis kitab Matsnawi.

Suatu ketika, seorang tukang jagal membeli seekor sapi di pasar. Kemudian dia membawanya ke tempat penyembelihan. Melihat gelagat tak enak, seekor sapi tersebut berontak hingga terlepas dari pegangan tukang jagal itu. Tukang jagal, dengan dibantu orang-orang yang ada di sana segera mengejar seekor sapi sambil berteriak memanggil-manggilnya.

Sapi tersebut sangat marah. Sehingga ia lari sekencang-kencangnya. Tak tahu tujuannya ke mana yang penting selamat dari kejaran manusia-manusia itu. Sesampainya di persimpangan jalan, seekor sapi tersebut menghentikan langkahnya. Semua orang yang mengejarnya terheran-heran. Di antara mereka ada yang nyeletuk, “Kenapa sapinya berhenti. Ada apa gerangan?” yang lain menanggapinya, “Kesambet kali atau sakit kepala?!!!”.

Sebelum kebingungan mereka terjawab, mereka terus mengamati langkah seekor sapi tersebut. Ternyata, seekor sapi itu menghampiri seorang tua yang berpakaian rapi dan bersembunyi di balik orang tua itu. Makhluk beda jenis ini pun kemudian berkomuniasi dari hati ke hati. Seakan akan hewan ini minta perlindungan dari orang tua tersebut. Orang tua itu pun tampak paham akan apa yang diinginkan binatang tersebut, dia menepuk pelan serta mengusap-usap tengkuknya.

Semua yang menyaksikan adegan itu bertambah bingung, heran dan menakjubkan. Tukang jagal dan semua orang yang ikut mengejarnya mendekati seorang tua yang sedang bersama  seekor sapinya itu. Setelah dekat mereka baru menyadari bahwa seorang tua yang berpakaian rapi itu adalah Jalaluddin Rumi.

Di hadapan orang-orang, Jalaluddin Rumi berkata, “Jika seekor binatang yang digiring ke tempat penjagalan, melepaskan diri lalu berlindung kepadaku, sehingga Allah Swt., berkenan memanjangkan umurnya. Maka, apalagi dengan manusia yang berlindung kepada Allah dengan sepenuh hati, yang dengan ketulusan dan kesungguhan mencari keridhaan-Nya. Tentu saja, Allah Swt. akan melindungi orang itu, menyelamatkannya dari ganasnya api neraka, serta memasukkannya ke dalam surga untuk tinggal di sana selamanya.”

Selaras dengan adegan di atas, Allah sudah menegaskan melalui kitab Suci-Nya, Al-Qur’an:

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raaf,7:200)

Sekarang timbul pertanyaan. Bagaimana caranya? Harits Al-Asyari menuturkan hadis Nabi, beliau bersabda:”Aku perintahkan kepada kalian agar selalu berdzikir kepada Allah. Sesungguhnya, perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti seorang yang dicari-cari musuhnya. Mereka menyebar mencari orang tersebut sehingga dia sampai pada suatu benteng yang sangat kokoh dan dia dapat melindungi dirinya di dalam benteng tersebut dari kejaran musuh. Begitu juga setan, seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan berdzikir kepada Allah Swt.”

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

BURUNG PENYELAMAT UMAR

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjalan-jalan di sekitar Madinah mengamati kondisi masyarakatnya. Di tengah jalan Umar melihat seorang anak kecil yang sedang asyik memainkan seekor burung pipit. Melihat burung pipit yang semakin melemah dan nafasnya tersengal-sengah, timbullah rasa kasihan Umar terhadap burung tersebut. Dia pun menghampiri anak kecil itu lalu membujuknya agar burung pipit yang ada di tangannya rela dijual kepadanya. Anak kecil itu pun setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu terbang ke angkasa. Burung itu mengepakkan kedua sayapnya kemudian terbang dan memutar-mutar di atas udara sebagai tanda terima kasih kepada Umar.

Setelah khalifah Umar wafat, salah seorang sahabat bermimpi berjumpa dengan beliau. Dia bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukan anda?”

“Allah mengampuni dan memuliakan aku.” Jawab Umar.

“Karena apa? Apakah karena kedermawananmu, kemuliaanmu, ataukah karena kezuhudanmu?”

“Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah ada suara entah dari mana asalnya, “Wahai malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian Tanya atau takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayanginya’,” cerita Umar dalam mimpi sahabat itu.

Kasih sayang Umar yang tak seberapa yang diberikan kepada burung pipit dibalas oleh Allah dengan kasih sayang-Nya seluas melebihi luasnya samudera dunia. Siapa saja yang mencurahkan kasih sayngnya terhadap makhluk (ciptaan) Allah, maka seluruh penghuni langit dan penduduk dunia akan menyayanginya. Kasus serupa juga dialami oleh seorang pelacur yang mendapat ampunan Allah disebabkan memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. Sebaliknya, kisah seorang wanita ahli ibadah yang mendapatkan murka Allah karena membiarkan kucing peliharaannya mati kelaparan di dalam sangkar. Kasih sayang Allah itu tak terbatas. Sedangkan kasih sayang manusia sangat terbatas.

Rasulullah saw., pernah bersabda: “Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesame, kecuali Allah Swt. Menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku kasar terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.”

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

RAHASIA KESUKSESAN UMAT TERDAHULU

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Konon, rahasia kesuksesan generasi terdahulu memimpin dunia terletak pada kepiawaian mereka dalam memanfaatkan waktu.

Suatu ketika Al-Muhasibi berkata, “ Demi Allah! Sekiranya waktu dapat diperjualbelikan, aku akan membelinya dengan seluruh harta yang kumiliki untuk membantu umat Islam.”

“Dari siapa engkau akan membelinya?” Tanya muridnya.

“Dari mereka yang memiliki banyak waktu kosong.” Jawabnya.

Lain lagi dengan cerita Ibnu Aqil yang menulis buku besar “al-Funun” dengan jumlah 800 jilid. Konon, Buku ini merupakan karya terbesar sepanjang zaman.

Suatu hari Ibnu Aqil berkata kepada murid-muridnya, “Meski telah berusia 80 tahun, aku masih memiliki semangat, kegigihan dan keinginan untuk memanfaatkan waktu seperti ketika masih berumur 20 tahun,”

“Aku tidak makan seperti kalian makan,”

“Lalu bagaimana engkau makan?”

“Aku menyiram kueku dengan air hingga mencair. Setelah itu aku menghabiskannya dengan cepat agar tidak memakan banyak waktuku.”

Lantas, bagaimana dengan kita?



Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

STRATEGI DAKWAH ANTARBUDAYA

Posted by dzuzant pada Mei 16, 2010

By Dedy Susanto

Istilah strategi kerap kali kita dengar dalam peperangan (war) maupun hal-hal yang berkaitan dengan kemiliteran. Straregi di sini berarti ‘ilmu tentang perencanaan dan pengerahan operasi militer secara besar-besaran’ atau kemampuan yang terampil dalam menangani dan merencanakan sesuatu. Baca entri selengkapnya »

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Sinergi Iqro’

Posted by dzuzant pada Mei 16, 2010

Oleh Dedy Susanto

Membaca (iqro’) adalah suatu gerbang pengetahuan yang dengannya manusia dapat menjelajahi seluruh sudut semesta tanpa harus keliling semesta. Manusia dapat mendekati matahari tanpa merasa kepanasan. Dapat berjumpa dengan presiden Amerika, Eropa, Jerman dan Negara-negara lain serta dapat berkenalan dengan pemikir-pemikir dunia tanpa harus bolak-balik naik pesawat.

Membaca tidak hanya terfokus pada buku-buku, literatur-literatur atau hal-hal yang bersifat fisik seperti alam dan seisinya tapi juga sesuatu yang abstrak (hari akhir, surga dan neraka serta perputaran siang dan malam) pun mesti kita baca dan hayati. Tuhan membekali akal pikiran (al-Natiq) pada manusia untuk berpikir, merenung dan menghayati seluruh ciptaan-Nya. Sebab di sanalah ia akan berjumpa dengan cakrawala luas-Nya serta mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari emas maupun perak, yakni hikmah. Baca entri selengkapnya »

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Misteri Kematian

Posted by dzuzant pada Mei 15, 2010

Oleh Dedy Susanto

Setiap yang bermula pasti akan berakhir. Dunia yang kita pijak bermula dan pada saatnya nanti akan hancur. Dalam ajaran Islam, kehancuran dunia dan isinya beserta jutaan planet yang lain dikenal sebagai hari kiamat. Dan umat Islam wajib mempercayainya. Karena ini (kiamat) termasuk salah satu dari rukun iman.

Manusia adalah makhluk (diciptakan). Karena ‘diciptakan’ maka ia mengalami ketiadaan sebelum adanya. Ia ada karena diadakan Sang Pengada, yaitu Khalik (Pencipta). Berarti manusia bermula dan berakhir. Manusia akan mengalami kematian setelah kehidupannya dan mengalami kehidupan setelah kematiannya. Demikian juga makhluk-makhluk yang lainnya, sebagaimana manusia, akan mencapai titik akhir dari hidupnya. Hanya saja mereka tidak akan mengalami kehidupan setelah kematiannya.

Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian. Kematian itu sendiri merupakan sebuah misteri yang tidak akan pernah kita ketahui, kapan ia akan muncul merenggut nyawa kita. Meninggalkan jasad kita untuk belatung-belatung yang sudah menunggu lama di alam kubur. Merobek dan menghancurkan kulit kita. Dan kita tidak kuasa untuk berbuat apa-apa.

Coba kita bayangkan kalau seandainya umur manusia itu diketahui, maka manusia dengan leluasa melakukan maksiat lalu setelah dekat kematiannya ia bertobat.

Kemegahan harta yang melimpah tiada berarti setelah ketiadaan kita. Emas, perak, intan, mutiara dan permata tidak dapat kita nikmati di alam kubur. Bahkan mereka tak mampu mengantarkan kita pada liang lahat. Sungguh rugi bagi orang yang memuja harta. Sedangkan harta tak mampu menolong kita. Sungguh sia-sia orang yang sibuk memikirkan harta. Sedangkan harta itu tidak memberikan manfaat yang berarti bagi kita di akhirat. Kegagahan dan kekebalan tubuh kita tidaklah berarti ketika menghadapi kedahsyatan malaikat penjaga kubur. Mereka lebih kuat dari kita. Mereka lebih kebal ketimbang kekebalan tubuh kita. Badan kita yang berotot, perut kita yang buncit, hanya mengundang nafsu sekawanan belatung.

Ingatlah segala yang kita perbuat akan dimintai pertanggungjawaban. Mata kita yang elok, pendengaran kita yang tajam serta hati nurani kita yang halus semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. “… Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani kesemuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (Q.S. Bani Israail: 36)

Abu Bakar Ash-Shiddik menyatakan, “Barang siapa masuk kubur tanpa membawa bekal, maka seakan-akan dia mengarungi lautan tanpa perahu”. Kita adalah calon-calon penghuni kubur yang sedang menunggu giliran untuk memasukinya. Haruskah kita ‘pergi’ tanpa membawa bekal yang cukup. Bukankah itu akan menyengsarakan diri sendiri. Baca entri selengkapnya »

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Dakwah Orang “Bodoh”

Posted by dzuzant pada Mei 5, 2010

oleh Dedy Susanto

Ada sebuah pertanyaan yang menggegerkan penduduk langit dan bumi. Pertanyaan tersebut begini:
“Mana yang lebih utama shalat orang bodoh tapi khusyuk atau shalat orang alim tapi tidak khusuk?”
“Orang alim yang shalatnya tidak khusyuk itu bukan orang alim.”
“Tapi ia menguasai berbagai disiplin ilmu agama, mulai Al-Qur’an, fiqih, tafsir, akidah dan lain-lain. Bahkan ia menjadi ustadz dan mengajar di berbagai pesantren dan perguruan tinggi Islam.”
“Tetap saja ia bukan orang alim seperti yang dikehendaki Allah. Ia tak lebih dari pengumpul ilmu, yang dengan ilmunya ia tak bisa menolong “hatinya” untuk sujud di hadapan Allah dan konsisten mengingat-Nya.”
“Kalau begitu, tidak ada gunanya ia belajar.”
“Ya tetap ada walaupun saeutik.”
Saeutik itu apa, tadz.”
Saeutik tu bahasa Sunda tau. Artinya sedikit.”
“Ooo. Tapi bagaimana dengan seorang bodoh yang khusyuk?”
“Ia sebenarnya bukan orang bodoh, meskipun secara folmal mungkin agak janggal kalau disebut orang alim.”
“Tapi faktanya ia kan tidak bisa membaca kitab-kitab kuning (gundul) dan menjawab persoalan-persoalan agama.”
“Tidak apa, yang penting hatinya sudah menjadi singgasana bagi nur yang tak terperikan terangnya. Kalau orang ini mau mengaji ilmu dzahir seminggu saja akan sama perolehan ilmunya dengan aku belajar delapan puluh tahun.”
“Tapi orang ini kan tidak bisa bertabligh?”
“Sebenarnya bisa, Cuma tidak di mimbar. Tabligh dia di tengah pergaulan dengan contoh-contoh yang konkrit.”
“Benar juga ya, ustadz memang hebat?”
“Bukan aku yang hebat, tapi tu si bodoh dari gua hantu, ha…ha…ha.”

(Diambil dari karya, D. Zawawi Imron)

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Spirit Imam Nawawi

Posted by dzuzant pada Mei 5, 2010

Ol3h D3dy Susanto

Imam Nawawi adalah pengarang kitab ‘Riyad as-Shalihin’ meninggal di usia 40 dan belum sempat menikah. Karena sibuk dengan ilmu pengetahuan. Semangat jiwa dan raganya dikerahkan untuk beribadah dan menorehkan tintanya diatas lembaran-lembaran kertas. Kata demi kata, kalimat per kalimat ia racik menjadi sebuah karya. Begitulah beliau menghabiskan waktunya sampai akhir hayatnya. Sehingga dalam waktu singkat beliau telah menuntaskan 500 buah buku.
Di malam yang gelap gulita, hanya ditemani lampu kecil, Imam Nawawi khusyuk menulis hingga beliau terjatuh berkali-kali karena rasa kantuk yang tak tertahan. Beliau hampir tidak memiliki waktu itu.
“Sungguh aku tidak makan dan tidur kecuali terjatuh,” ujarnya.
Sehingga ibunya berkata kepadanya, “Anakku, aku telah menyiapkan makanan untukmu.”
“Ibu, saya sedang sibuk dengan ilmu,”
Ibunya, yang tanpa disadari Nawawi, kemudian menyuapinya. Ia baru menyelesaikan tulisannya setelah adzan subuh.
“Ibu, mana makanan yang tadi engkau sediakan?” tanyanya.
“Aku telah menyuapimu, anakku,” jawab ibunya dengan penuh kasih sayang.
“Sungguh saking sibuknya aku lupa,” ujar Nawawi.

Posted in hikmah | Leave a Comment »