***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

Archive for the ‘kajian keislaman’ Category

“SEMANGAT MUDA” MENYAMBUT RAMADHAN

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Sebentar lagi bulan suci yang dinanti-nanti umat Islam akan segera tiba, yaitu bulan Ramadhan, bulan diturunkannya kitab Al-Qur’an dan diwajibkannya bagi umat Islam untuk melakukan puasa, suatu ibadah yang sudah ada sejak zaman para nabi (walaupun di setiap nabi memiliki cara berbeda pelaksanaannya). Bagi umat Islam, bulan ini (puasa) merupakan bulan yang sangat sakral. Bahkan, menyambut kehadirannya dengan perasaan gembira akan menahan kobaran api neraka menyentuh kulit kita. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

MERENGKUH SPIRIT PUASA DALAM BENCANA

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Secara historis, puasa sudah ada sejak masa sebelum Islam. Statemen serupa dapat dijumpai dalam Qur’an surat al-Baqarah ayat 183., “….sebagaimana telah Aku wajibkan (puasa) kepada orang-orang sebelummu.” Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. melakukan ibadah puasa. Demikian juga Nabi Daud a.s. berpuasa selama 7 hari ketika puteranya sedang sakit. Tidak hanya dari kalangan orang-orang yang beriman, masyarakat paganisme (penyembah berhala) pun banyak yang melakukan puasa. Seperti orang-orang Mesir kuno, Romawi, dan penyembah berhala di India juga berpuasa. Hanya saja puasa mereka tidak sama satu sama lain. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI INDONESIA

Posted by dzuzant pada Mei 16, 2010

Oleh Dedy Susanto

Pada Mei 1998 merupakan titik penting dalam sejarah Indonesia.  Dari titik ini, perubahan bermula. Rezim Orde Baru (ORBA) yang berkuasa selama 32 tahun tumbang oleh gerakan massa. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

PENERAPAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA

Posted by dzuzant pada Mei 16, 2010

Oleh Dedy Susanto

Sebagian masyarakat muslim Indonesia menginginkan pemberlakuan hukum Islam di Indonesia, sebagaimana telah diceritakan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam salah satu karyanya : Saya (baca.Jalaluddin Rakhmat) mendengar sebuah cerita dari seorang tua yang berjenggot lebat. Dahulu, di zaman Bung Karno, seorang ulama menemui Presiden dan menanyakan mengapa hukum Islam tidak diberlakukan di Indonesia. Bung Karno bertanya, “Apakah tuan mewakili umat Islam atau diri tuan sendiri?”. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Melacak Siasat Kaum Yahudi

Posted by dzuzant pada Mei 15, 2010

Oleh Dedy Susanto

Era keberlimpahan komunikasi dan informasi merupakan titik awal perubahan kehidupan publik. Maraknya media-media canggih seperti TV, Radio, dan Internet telah menggiring manusia kepada kehidupan baru, permasalahan baru. Melalui teropong internet kita dapat memantau perkembangan manusia di seluruh jagat ini.

Keasyikan bermain di dunia maya telah menjadikan mereka lupa daratan, lupa akan pentingnya mencari ilmu. Hatinya kering karena tiada lagi siraman-siraman rohani yang meresap ke dalam hatinya. Mereka sudah tidak akrab lagi dengan majlis-majlis taklim, masjid, ceramah-ceramah atau petuah-petuah para ulama. Justru mereka lebih akrab dengan game-game di internet, frendster, twitter, dan face book yang semakin membooming dewasa ini serta hiburan-hiburan lainnya. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata seperti panggung sandiwara, pentas hiburan dan sebagainya. Dalam pandangan Imam Asy-Syatibi, “Hiburan, permainan dan bersantai adalah mubah atau boleh, asal tidak terdapat suatu hal yang terlarang”. Selanjutnya beliau menambahkan, “Namun demikian  hal tersebut tercela dan tidak disukai oleh para ulama, bahkan mereka tidak menyukai seorang lelaki yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupan di dunia dan tempat kembalinya di akhirat kelak, karena itu ia telah menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang tidak mendatangkan suatu hasil duniawi dan ukhrawi”.

Karl Marx, seorang pendiri pertama aliran komunisme, ketika ditanya, “Apakah pengganti akidah Uluhiyah (ketuhanan) itu ?” ia menjawab, “Penggantinya ialah tempat dan pentas hiburan. Oleh kerena itu lalaikanlah mereka dari akidah ketuhanan dengannya.”   Mungkin ini yang dimaksud perangkap Yahudi dan musuh-musuh Islam lainnya seperti freemasonry, komunis, gerakan kaum salib dan zending. Mereka saling bahu-membahu dan bekerja sama untuk merobohkan, menghancurkan umat Muhammad.  Mereka gunakan berbagai macam cara untuk menghancurkan umat Islam. Mulai dari hiburan, seks, wanita dan media-media lainnya.

Seorang pendeta Zuimir pernah berpidato dalam sebuah muktamar Kudus. Ia berkata: “Kalian mengkader para pemuda yang tidak kenal berhubungan dengan Allah dan tidak mau mengenal Dia. Setelah itu barulah akan tumbuh perkembangan Islam versi penjajah yang sesuai dengan keinginan mereka, yaitu orang-orang Islam tidak mementingkan masalah-masalah yang prinsipil, tidak menaruh perhatian terhadap soal-soal agamanya. Mereka hanya suka hidup bersantai-santai dan bermalas-malasan. Mereka tak mau memandang penting akan kehidupan kecuali kepada masalah seks. Kalau mereka itu belajar demi nafsu syahwat. Dan kalau ia mencari dan mengumpulkan harta, juga karena semata-mata untuk kepuasan nafsu birahinya. Begitu juga apabila membangun, membuat gedung-gedung dan tempat-tempat yang megah indah, tidak lain untuk pelampiasan syahwat mereka. Maka dengan jalan nafsu syahwat mereka curahkan segalanya.”

Salah seorang imperialis berkata : “Segelas minuman keras dan seorang artis bekerja untuk menghancurkan umat Muhammad adalah jauh lebih berhasil ketimbang 1000 pucuk senjata. Oleh karena itu tenggelamkan umat Muhammad ke dalam gemilang materi dan nafsu birahi.” Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

STRATEGI DAKWAH NABI

Posted by dzuzant pada Mei 15, 2010

oleh Dedy Susanto

1. Masyarakat Arab Paganisme.

Sebelum Islam lahir ditengah-tengah masyarakat Arab Jahiliyah atau masa pra-Islam, mereka adalah penyembah berhala yang taat. Kemudian mereka dikenal sebagai masyarakat Arab Paganisme. Mereka menyebut berhala-berhala yang disembahnya seperti yang disebut dalam kata Yunani sebagai hot heos yang berarti “Tuhan”.

Sebenarnya nama Allah itu sendiri bukanlah nama yang asing bagi orang-orang Jahiliyah. Sehingga, pada perkembangan selanjutnya ketika Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam, orang-orang pagan banyak yang menghargai paling tidak sebuah gagasan kabur, dan mungkin pula  kepercayaan kabur terhadap Allah sebagai Tuhan tertinggi di atas tingkatan berhala-berhala yang mereka sembah.

Kalau misalnya ditanyakan kepada mereka perihal, siapa yang menciptakan langit dan bumi serta yang menurunkan hujan, mereka pasti mengatakan bahwa Allah-lah yang melakukan semuanya. Hal ini bisa kita lacak di dalam kitab suci Al-Qur’an surat al-Ankabut:

“Jika kamu tanyakan kepada mereka (yaitu orang-orang Arab pagan) ‘siapa yang menciptakan langit dan bumi, dan menundukkan matahari dan bulan?’ mereka tentu saja akan menjawab, ‘Allah’.” (QS. Al-Ankabut: 61)

Dan ayat berikutnya menyatakan

“Jika kamu tanyakan kepada mereka ’siapa yang menurunkan hujan dari langit dengan menghidupkan bumi dengannya setelah bumi itu mati?’ mereka tentu saja akan menjawab, ‘Allah’.” (QS. Al-Ankabut: 63)

Jelas bahwa Allah telah dikenal sejak masa pra-Islam. Hanya saja orang-orang pagan gagal menarik kesimpulan  yang masuk akal dari pengakuan terhadap Allah sebagai Pencipta langit dan bumi serta seisinya. Demikian Toshihiko menuturkan.

2. Nabi Muhammad di Panggung Sejarah

Waraqah bin Naufal bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza,[1] sepupu Khadijah, istri Nabi Muhammad saw, merupakan orang kedua, setelah Khadijah, yang mengakui kenabian Muhammad. Hal ini seperti yang digambarkan dalam sebuah hadis Bukhari pada bab tentang “Bagaimana Wahyu datang kepada Nabi”. Kemudian hadis tersebut dikutip oleh Toshihiko Izutsu[2] dalam bukunya, Relasi Tuhan dan Manusia. Dia menulis kurang lebih seperti ini:

Ketika wahyu pertama “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan” turun kepada Nabi saw. dalam bentuk yang sangat aneh dan mengagumkan, Nabi yang belum pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya wajar saja mengalami goncangan. Dia kehilangan kepercayaan diri; ia gelisah, gugup dan menderita. Singkatnya, dia sendiri tidak tahu bagaimana harus memahami pengalaman yang aneh ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

UKHUWAH ISLAMIYAH

Posted by dzuzant pada Mei 5, 2010

Oleh Dedy Susanto

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mari kita ungkapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Atas segala limpahan rahmat, hidayah serta nikmat-nikmatnya yang tiada henti-hentinya mengalir pada diri kita. Solawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita sang proklamator Islam, sang pendobrak pintu kejahilan, yakni nabi besar Muhammad, Rasulullah Saw. Serta keluarganya, sahabatnya maupun umatnya.

Sepanjang hidupnya, beliau mengajarkan, menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Tiada hari tiada waktu selain beliau pergunakan untuk kepentingan umatnya. Nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan kepada kita yang kemudian di abadikan dalam Al-Qur’an dan Hadist, mesti kita jaga, merawat dan merealisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga ajaran Islam tetap terpelihara sampai hari akhir nanti. Peradaban Islam akan bangkit dan jaya manakala umat Islam mengamalkan ajaran-ajaran Islam sepenuh hati.

Salah satu ajaran Islam yang harus kita amalkan adalah Ukhuwah Islamiyah. Secara bahasa ukhuwah adalah persaudaraan atau bersaudara. Ukhuwah pada mulanya berarti “Persamaan dan keserasian dalam banyak hal”. Dalam bahasa Al-Qur’an, siapapun yang memiliki persamaan sifat-sifat disebut bersaudara. Dua orang yang berbeda disebut bersaudara bila berasal dari satu keturunan. Orang orang yang beriman adalah bersaudara karena memiliki sifat yang sama, yaitu Iman dan Islam. Sebagai sesama manusia kita adalah bersaudara, yaitu saudara satu keturunan dari nabi Adam as dan istrinya, Siti Hawa. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk saling membencinya. Sebaliknya, kita harus rukun dan harmonis dalam menjalani kehidupan ini. Saling tolong menolong antara yang satu dengan yang lainnya. Saling asah, saling asih dan saling asuh.

Di dalam kitab Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 10 disebutkan:

Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara, karena itu damaikanlah [ishlah] antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »