***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

KEAJAIBAN TIGA BURUNG

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Burung memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Dalam Al-Qur’an Allah mengabadikan beberapa kisah tentang peran burung dalam perjuangan lii’lahi kalimatillah (menjunjung tinggi kalimat Allah). Kalau kita membaca sejarah, terutama sejarah Nabi-nabi Allah SWT., maka kita akan menjumpai kisah kreatifitas burung Hud-hud pada zaman nabi Sulaiman as, sebagaimana telah diceritakan oleh Allah SWT., dalam Al-Qur’an. Suatu ketika burung Hud-hud mengadakan perjalanan tanpa sepengetahuan nabi Sulaiman as. selaku raja, pemimpin dan rasul. Baca entri selengkapnya »

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

MERENGKUH SPIRIT PUASA DALAM BENCANA

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Secara historis, puasa sudah ada sejak masa sebelum Islam. Statemen serupa dapat dijumpai dalam Qur’an surat al-Baqarah ayat 183., “….sebagaimana telah Aku wajibkan (puasa) kepada orang-orang sebelummu.” Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. melakukan ibadah puasa. Demikian juga Nabi Daud a.s. berpuasa selama 7 hari ketika puteranya sedang sakit. Tidak hanya dari kalangan orang-orang yang beriman, masyarakat paganisme (penyembah berhala) pun banyak yang melakukan puasa. Seperti orang-orang Mesir kuno, Romawi, dan penyembah berhala di India juga berpuasa. Hanya saja puasa mereka tidak sama satu sama lain. Baca entri selengkapnya »

Posted in kajian keislaman | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Posted by dzuzant pada Juni 2, 2010

Posted in Clock | Komentar Dinonaktifkan pada

PEMUDA: ASET MASA DEPAN

Posted by dzuzant pada Mei 31, 2010

Oleh Dedy Susanto

Keberlimpahan era komunikasi dan informasi telah menggiring umat manusia kepada “kehidupan baru”. Kehidupan serba mudah dan instant. Orang bisa mendapatkan apa saja yang diinginkannya dengan mudah. Melalui media Internet dan TV, kita dapat melihat perkembangan dunia tanpa harus keliling dunia. Dengan media-media ini pula para artis dapat menampilkan life style (gaya hidup) terbarunya dengan leluasa kepada publik, mulai dari model pakaian, rambut bahkan bentuk tubuh yang ideal, setidaknya menurut versi mereka.

Para penikmatnya pun tidak sedikit yang menggandrunginya, mulai dari lansia, remaja dan anak-anak di bawah umur. Mereka, terutama kaum remaja, berbondong-bondong meniru gaya hidup para artis. Mereka bertingkah seperti yang mereka lihat di TV. Mereka berbicara meniru bicara artis yang katanya ‘bahasa gaul’. Semua yang datang dari artis walaupun sedikit ‘aneh’ dianggap gaul.

Keberhasilan media-media tersebut dalam menarik perhatian memberikan jalan baru bagi kelompok atau gerakan-gerakan yang menginginkan kehancuran umat manusia. Seperti gerakan salibisme, free masonry, zending, komunis dan gerakan Yahudi. Mereka para penghancur peradaban manusia, pemecah belah persatuan. Mereka menaburkan racun-racun dan virus yang mematikan dalam media massa; surat kabar, TV, dan internet serta pentas-pentas hiburan. Hanya saja kebanyakan dari kita tidak menyadarinya. Melalui pentas hiburan mereka berusaha menghipnotis umat manusia, terutama umat Islam, supaya lalai memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan. Mereka tidak akan pernah berhenti sampai melihat kita sudah tidak berdaya lagi. Seorang imperialis pernah mengatakan bahwa segelas minuman keras dan seorang artis bekerja sama untuk menghancurkan umat Muhammad adalah jauh lebih berhasil ketimbang seribu pucuk senjata.

Melalui teori-teorinya Sigmund Freud manampilkan teori-teori kebebasan bergaul dan berhubungan dengan perempuan mana saja. Menurutnya orang yang tidak memenuhi potensi seksualnya akan mengalami kegelisahan bahkan kematian. “Biarlah pemuda-pemudi bebas bagai burung di angkasa”. Tuturnya. Nampaknya kaum remaja telah terjerat dengan teori ini.

Remaja adalah aset masa depan yang mesti dijaga sebaik mungkin. Sebab kehancuran kaum remaja merupakan alamat kehancuran masa yang akan datang. Oleh karenanya untuk menguasai masa depan (the future), maka rangkullah pemudanya. Pemuda yang menguasai masa kini akan menjadi raja di hari esok. Pemuda yang mewarnai kehidupannya dengan sejuta harapan lebih mampu “bertahan hidup” di masa yang akan datang dari pada pemuda yang hampa dengan harapan. Masa depan itu ada di pundaknya. Dalam pandangan Dilara Larasati, generasi muda adalah bahan baku utama sebuah peradaban, di mana pun dan di zaman apapun. Baca entri selengkapnya »

Posted in Kajian Umum | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

IBLIS DAN KITA

Posted by dzuzant pada Mei 28, 2010

+    Siapakah Iblis ?

–           Adalah mereka yang; Senang bila kita sedih. Sedih bila kita senang.    Suka menebar fitnah dan menabur benih-benih kebencian serta memecah belah perdamaian di antara manusia.

+          Jika demikian, kalau dalam diri kita terdapat sifat-sifat seperti itu, apakah kita salah satu dari mereka ?

–           Benar. Hanya saja kita tidak menyadarinya.

+          Iblis/setan adalah musuh kita. Bagaimana kita melawannya, sedangkan mereka kasat mata ?

–           Ada Iblis paling bahaya yang mesti kita lawan terlebih dahulu, yaitu Iblis yang bersemayam dalam hati kita. Sebelum melawan Iblis lain, lawanlah Iblismu. Sebab, bila kamu menang, tidak hanya Iblismu yang kalah, Iblis lain pun mudah kita robohkan.

+          Siapakah Iblis kita yang kau maksud ?

–           Nafsumu. Tidakkah kamu ingat, ketika Nabi berkata kepada para sahabatnya pasca perang Badar, perang terbesar dalam sejarah Islam, kita menuju perang yang lebih besar, yakni perang melawan hawa nafsu.

+          Bagaimana kita menyikapinya ?

–           Mukmin –orang-orang beriman- yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah. Kuat menahan serangan Iblis-iblis (iblis kita dan iblis lain). Kuat atas semua rayuan Iblis dan setan. Dan tiadalah kekuatan yang Maha dahsat selain kekuatan-Nya. Siapa pun yang meminta kepada-Nya, maka ia tidak akan merasa kecewa dan dikecewakan.

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

INDAHNYA DI TROTOAR

Posted by dzuzant pada Mei 28, 2010

Oleh Dedy Susanto

Sepanjang jalan raya ramai oleh suara bising transportasi yang berlalu-lalang dan suara canda-tawa pemuda-pemudi yang sedang asyik berkumpul bersama teman-temannya di trotoar (pinggir jalan raya). Entah apa yang sedang mereka perbincangkan. Urusan bangsakah ? Urusan duniakah ? urusan agamakah ? Atau mereka sibuk memikirkan nasib manusia sebagaimana ulama sibuk memikirkan umatnya.

Sore hari adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk berkumpul. Karena matahari sudah tidak terasa panas lagi. Suasananya adem. Membuat mereka betah berlama-lama. Biasanya mereka suka ngumpul di pinggir jalan raya. Sekedar ngobrol dan cuci mata alias lihat wanita-wanita cantik yang berlalu lalang.

Entah apa yang membuat tempat ini begitu diminati mereka. Tidak ada secangkir kopi yang menemani apalagi buku-buku bacaan. Hanya ada gitar yang selalu mereka mainkan dengan diiringi lirik-lirik lagu popular. Seperti Ungu, Peterpen, ST12, The Virgin dan Mulan Jameela. Hidup mereka santai, senang seperti tiada beban walaupun dalam hatinya seribu beban menterornya. Mereka menemukan kebahagiaannya di trotoar bukan di rumahnya. Rumahnya bagaikan sel penjara. Setiap saat dimarahi dan dipukul.

Jangan salahkan mereka. Mereka sedang sibuk mencari jati dirinya. Mencari kebahagiaan sejati. Mereka sedang berproses menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa. Mereka sekumpulan muda-mudi, generasi bangsa yang sedang belajar bermusyawarah dengan teman-temannya. Mereka jalin silaturrahim. Mereka peduli terhadap teman-temannya. Mereka kompak dalam memecahkan masalah. Mereka tidak membuat keonaran di jalan raya. Tidak merampas hak orang lain dan barang dagangan di pasar. Mereka hanya berkumpul mencari kesenangannya, kebahagiaan, dan suasana baru bersama teman-temannya. Mereka tidak tahu –atau tidak tahu menahu- tentang persoalan bangsa dan negara yang semakin membengkak. “Biarlah itu menjadi urusan presiden dan menteri-menterinya.” Katanya. Mereka tak perduli. Yang penting bagi mereka hidup senang. “Pemerintah aja gak peduli pada kita kenapa kita repot-repot peduli terhadap mereka. Hidup mereka ya hidup mereka. Hidup kita ya hidup kita. Kumaha urang wae atu.”.

Alangkah sedihnya negeri ini. Melihat bangsanya tak lagi perduli terhadapnya. Presiden meneriakkan kesejahteraan dan keamanan  tapi rakyat malah menderita kekacauan tumbuh subur di mana-mana. Para ulama dan cendekiawan berteriak menasehati umatnya, mengingatkan bahaya free sex, pergaulan bebas. Tapi justru kemaksiatan merajalela. Kekayaan alamnya yang melimpah. Tak mampu mensejahterakan rakyatnya. Siapakah yang salah ? [Bandung, 11.05.’10/ 07:03 AM]

Posted in Kajian Umum | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

JALALUDDIN RUMI DAN SEEKOR SAPI

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Syamsuddin Ahmad Al-Aflaki berkisah tentang cerita unik sang Sufi besar, Jalaluddin Rumi penulis kitab Matsnawi.

Suatu ketika, seorang tukang jagal membeli seekor sapi di pasar. Kemudian dia membawanya ke tempat penyembelihan. Melihat gelagat tak enak, seekor sapi tersebut berontak hingga terlepas dari pegangan tukang jagal itu. Tukang jagal, dengan dibantu orang-orang yang ada di sana segera mengejar seekor sapi sambil berteriak memanggil-manggilnya.

Sapi tersebut sangat marah. Sehingga ia lari sekencang-kencangnya. Tak tahu tujuannya ke mana yang penting selamat dari kejaran manusia-manusia itu. Sesampainya di persimpangan jalan, seekor sapi tersebut menghentikan langkahnya. Semua orang yang mengejarnya terheran-heran. Di antara mereka ada yang nyeletuk, “Kenapa sapinya berhenti. Ada apa gerangan?” yang lain menanggapinya, “Kesambet kali atau sakit kepala?!!!”.

Sebelum kebingungan mereka terjawab, mereka terus mengamati langkah seekor sapi tersebut. Ternyata, seekor sapi itu menghampiri seorang tua yang berpakaian rapi dan bersembunyi di balik orang tua itu. Makhluk beda jenis ini pun kemudian berkomuniasi dari hati ke hati. Seakan akan hewan ini minta perlindungan dari orang tua tersebut. Orang tua itu pun tampak paham akan apa yang diinginkan binatang tersebut, dia menepuk pelan serta mengusap-usap tengkuknya.

Semua yang menyaksikan adegan itu bertambah bingung, heran dan menakjubkan. Tukang jagal dan semua orang yang ikut mengejarnya mendekati seorang tua yang sedang bersama  seekor sapinya itu. Setelah dekat mereka baru menyadari bahwa seorang tua yang berpakaian rapi itu adalah Jalaluddin Rumi.

Di hadapan orang-orang, Jalaluddin Rumi berkata, “Jika seekor binatang yang digiring ke tempat penjagalan, melepaskan diri lalu berlindung kepadaku, sehingga Allah Swt., berkenan memanjangkan umurnya. Maka, apalagi dengan manusia yang berlindung kepada Allah dengan sepenuh hati, yang dengan ketulusan dan kesungguhan mencari keridhaan-Nya. Tentu saja, Allah Swt. akan melindungi orang itu, menyelamatkannya dari ganasnya api neraka, serta memasukkannya ke dalam surga untuk tinggal di sana selamanya.”

Selaras dengan adegan di atas, Allah sudah menegaskan melalui kitab Suci-Nya, Al-Qur’an:

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raaf,7:200)

Sekarang timbul pertanyaan. Bagaimana caranya? Harits Al-Asyari menuturkan hadis Nabi, beliau bersabda:”Aku perintahkan kepada kalian agar selalu berdzikir kepada Allah. Sesungguhnya, perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti seorang yang dicari-cari musuhnya. Mereka menyebar mencari orang tersebut sehingga dia sampai pada suatu benteng yang sangat kokoh dan dia dapat melindungi dirinya di dalam benteng tersebut dari kejaran musuh. Begitu juga setan, seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan berdzikir kepada Allah Swt.”

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

BURUNG PENYELAMAT UMAR

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjalan-jalan di sekitar Madinah mengamati kondisi masyarakatnya. Di tengah jalan Umar melihat seorang anak kecil yang sedang asyik memainkan seekor burung pipit. Melihat burung pipit yang semakin melemah dan nafasnya tersengal-sengah, timbullah rasa kasihan Umar terhadap burung tersebut. Dia pun menghampiri anak kecil itu lalu membujuknya agar burung pipit yang ada di tangannya rela dijual kepadanya. Anak kecil itu pun setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu terbang ke angkasa. Burung itu mengepakkan kedua sayapnya kemudian terbang dan memutar-mutar di atas udara sebagai tanda terima kasih kepada Umar.

Setelah khalifah Umar wafat, salah seorang sahabat bermimpi berjumpa dengan beliau. Dia bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukan anda?”

“Allah mengampuni dan memuliakan aku.” Jawab Umar.

“Karena apa? Apakah karena kedermawananmu, kemuliaanmu, ataukah karena kezuhudanmu?”

“Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah ada suara entah dari mana asalnya, “Wahai malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian Tanya atau takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayanginya’,” cerita Umar dalam mimpi sahabat itu.

Kasih sayang Umar yang tak seberapa yang diberikan kepada burung pipit dibalas oleh Allah dengan kasih sayang-Nya seluas melebihi luasnya samudera dunia. Siapa saja yang mencurahkan kasih sayngnya terhadap makhluk (ciptaan) Allah, maka seluruh penghuni langit dan penduduk dunia akan menyayanginya. Kasus serupa juga dialami oleh seorang pelacur yang mendapat ampunan Allah disebabkan memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. Sebaliknya, kisah seorang wanita ahli ibadah yang mendapatkan murka Allah karena membiarkan kucing peliharaannya mati kelaparan di dalam sangkar. Kasih sayang Allah itu tak terbatas. Sedangkan kasih sayang manusia sangat terbatas.

Rasulullah saw., pernah bersabda: “Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesame, kecuali Allah Swt. Menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku kasar terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.”

Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

GARA-GARA SANDAL KIAI

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Suatu ketika di salah satu pesantren di Madura terjadi suatu kejadian yang menggemparkan masyarakat pesantren. Kejadian itu bermula, ketika waktu subuh tiba, para santri segera bangun sebagian ada yang langsung ngeluyur ke kamar mandi sebagiannya lagi enjoy di kamar ada juga yang melanjutkan mimpinya yang terputus karena diguyur air yang cipratkan pengurus ponpes (pondok pesantren) ke mukanya.

Tak seperti biasanya, pagi itu sang kiyai mengontrol para santri ke kamarnya masing-masing, sebelum naik ke pelataran masjid untuk mengimami shalat subuh berjemaah.

Para santri yang masih di dalam kamar kebingungan. Otaknya diputer-puter mencari akal supaya bisa selamat dari pantauan sang kiyai. Salah satu santri nyeletuk, “Waduh gimana nih, pak kiyai gak bilang-bilang sih mau kesini, aku kan gak ada persiapan?”

“Emangnya kita mau tempur, pake ada persiapan segala?” jawab santri yang ada di sebelahnya.

“ha..ha..ha.” keduanya tertawa terbahak-bahak.

Sang kiyai sudah di depan pintu kamar santri. Satu persatu tiap kamar dimasuki oleh sang kiyai. Mengontrol santri yang masih asyik berkencan dengan sang putri salju dalam mimpinya. Sebagian santri berhasil lolos dari pantauan sang kiyai dan langsung kabur ke kamar mandi.

Tibalah pada giliran salah satu kamar yang terkenal penghuninya dengan kenakalannya di dalam dan di luar ponpes tersebut. Benar dugaan kiyai. Dua tubuh manusia malang melintang di dalam kamar tersebut. Air liurnya meleleh melewati celah-celah rambutnya kemudian menyerap ke dalam bantal.

Melihat mereka berdua sang kiyai langsung mengambil sorbannya dan memukulkannya ke tubuh mereka. Para santri tersebut terkejut setengah mati setelah melihat sang kiyai di depannya. Mereka segera mengambil baju koko dan pecinya kemudian langsung kabur ke luar menuju masjid.

Sang kiyai pun keluar kamar hendak menuju masjid. Tiba-tiba sang kiyai kebingungan seperti mencari-cari sesuatu. Para santri yang ada di masjid pun kebingungan. Ada apa  gerangan? Pusingkah? Atau apa? Salah satu santri memberanikan diri menghampiri beliau dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Ternyata sandal sang kiyai hilang. Semua santri mencarinya di sekitar masjid. Mereka pun mendapatkan sandal sang kiyai. sang kiyai marah dan langsung putar haluan menuju dalem (tempat tinggal sang kiyai). Setelah dilacak, ternyata sandal sang kiyai dipakai oleh dua santri yang dibangunkan sang kiyai tadi tanpa sengaja.

Posted in Cerpen | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

RAHASIA KESUKSESAN UMAT TERDAHULU

Posted by dzuzant pada Mei 27, 2010

Oleh Dedy Susanto

Konon, rahasia kesuksesan generasi terdahulu memimpin dunia terletak pada kepiawaian mereka dalam memanfaatkan waktu.

Suatu ketika Al-Muhasibi berkata, “ Demi Allah! Sekiranya waktu dapat diperjualbelikan, aku akan membelinya dengan seluruh harta yang kumiliki untuk membantu umat Islam.”

“Dari siapa engkau akan membelinya?” Tanya muridnya.

“Dari mereka yang memiliki banyak waktu kosong.” Jawabnya.

Lain lagi dengan cerita Ibnu Aqil yang menulis buku besar “al-Funun” dengan jumlah 800 jilid. Konon, Buku ini merupakan karya terbesar sepanjang zaman.

Suatu hari Ibnu Aqil berkata kepada murid-muridnya, “Meski telah berusia 80 tahun, aku masih memiliki semangat, kegigihan dan keinginan untuk memanfaatkan waktu seperti ketika masih berumur 20 tahun,”

“Aku tidak makan seperti kalian makan,”

“Lalu bagaimana engkau makan?”

“Aku menyiram kueku dengan air hingga mencair. Setelah itu aku menghabiskannya dengan cepat agar tidak memakan banyak waktuku.”

Lantas, bagaimana dengan kita?



Posted in hikmah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »