***** Dzuzant's *****

"Tanpa Berkarya, Sungguh Kita Telah 'Mati'"

Archive for the ‘sok filosofis’ Category

Tentang Diri

Posted by dzuzant pada November 16, 2011


Saat ini, aku tidak tahu siapa diriku? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Dialog Tubuh

Posted by dzuzant pada November 16, 2011


Hati            : Hai mata! Kenapa kau senang melihat sesuatu yang membuatku keruh?

Mata           : Aku hanya menikmati nikmat Tuhan. Aku hanya melihat apa yang ada di hadapanku. Selebihnya pikiran yang suka berandai-andai. Sok puitis.

Pikiran       : Jangan salahkan aku donk. Bukankah sudah takdirku berimajinasi? Salahin juga si kaki tu.

Kaki            : Enak aja nyalahin aku. Aku bergerak berdasarkan perintah hati.

Hati            : Iya juga sih. Mereka bergerak kan atas perintahku. Jadi siapa yang salah donk?

Mata, pikiran, kaki : kamuuuuuuuu.

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Hanya “ada” Aku

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Hal terberat dalam hidupku adalah menghadapi diriku sendiri. Terkadang diri ini susah dimengerti. Disuatu waktu ia menjadi teman yang baik dan menyenangkan. Dan di waktu lain, ia menjadi “binatang buas” yang menakutkan. Menjadi “perampas” yang merampas semua kebahagiaan.

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Antara Guru dan Murid

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Murid  : Aku tidak percaya dengan isra’ mi’raj Nabi yang ditempuh hanya semalam.

Guru   : Kenapa kamu tidak mempercayainya?

Murid  : Karena mustahil manusia bergerak melebihi kecepatan cahaya.

Guru   : Ambillah sepotong roti dan letakkan di atas meja. (beberapa menit kemudian datanglah seekor semut yang mendekati dan menaiki roti tersebut dan memakannya).

Murid  : (bingung).

Guru   : Ambillah sepotong roti itu dan bawalah (tanpa harus membuang semut itu) ke suatu tempat yang sangat jauh yang sekiranya tidak mungkin ditempuh dalam sehari oleh semut itu dengan berjalan kaki.

Murid  : (membawa sepotong roti dan semut ke suatu tempat yang membutuhkan waktu sehari bagi manusia dengan berjalan kaki).

Guru   : Mungkin gak semut menempuh perjalanan ini dalam sehari.

Murid  : Sangat tidak mungkin. Manusia saja yang jalannya cepat hanya bisa menempuh perjalanan ini dalam sehari. Apalagi semut yang sangat lamban.

Guru   : Tapi, kenyataannya, semut itu sudah nyampek kan, bersamaan dengan kamu. Semut itu sudah membuktikan bahwa ia bisa menempuh secepat kamu.

Murid  : Itu kan saya yang membawanya, pak?

Guru   : Apa bedanya dengan peristiwa isra’ mi’raj.

Murid  : Maksud bapak?

Guru   : Dalam peristiwa isra’ mi’raj, Nabi Muhammad Saw., adalah malaikat Jibril. Kecepatan malaikat Jibril melebihi kecepatan cahaya. Jadi, karena malaikat Jibril yang membawa beliau, beliau pun dapat menempuh jarak yang tidak mampu ditempuh dengan cara biasa.

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Dunia Tanpa Bayangan?

Posted by dzuzant pada November 16, 2011

Sebuah pepatah Tiongkok Kuno menyatakan:

Berikanlah dirimu sebuah momen kedamaian,

dan engkau akan mengerti,

betapa bodohnya terburu-buru itu.

 

Belajarlah untuk hening,

dan engkau akan mengetahui,

dirimu telah terlalu banyak bicara.

 

Jadilah bajik,

dan engkau akan menyadari,

dirimu telah terlalu keras menghakimi orang lain.

Bayangan berlindung dibalik wujud sejati. Bayangan tak dapat dimusnahkan kecuali dengan cahaya sejati. Baca entri selengkapnya »

Posted in sok filosofis | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »